PSM Makassar Taklukkan PSIM Yogyakarta dengan Skor 2 1 di Super League

PSM Makassar berhasil meraih kemenangan penting setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat, 16 Oktober 2026, menghadirkan persaingan sengit hingga menit terakhir. Dua gol PSM dicetak Achmat Fahrul Aditia dan Stefan Jevtoski, sedangkan PSIM memperkecil ketertinggalan melalui penalti Ze Valente. Meski harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Dusan Lagator menerima kartu merah, Juku Eja mampu mempertahankan keunggulan. Hasil ini menjadi kemenangan perdana PSM musim ini sekaligus menghadirkan cerita menarik dalam persaingan Sepak Bola Indonesia.
Juku Eja Bangkit dengan Kemenangan 2-1 di Kandang PSIM
Hasil positif tim asal Sulawesi Selatan atas PSIM Yogyakarta tercatat sebagai momen penting dalam perjalanan mereka pada BRI Super League 2026/2027. Sesudah menghadapi rangkaian laga sulit, PSM akhirnya berhasil mengamankan tiga poin penuh melalui kemenangan 2-1. Pertandingan tersebut menunjukkan perjuangan keras dari kedua kesebelasan. PSM berhasil mengoptimalkan peluang pada babak kedua untuk menciptakan dua gol. Di sisi lain, PSIM tidak berhenti berupaya memberikan perlawanan meskipun sempat tertinggal dua gol. Kemenangan tipis itu menghadirkan dorongan kepercayaan diri bagi PSM untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Sepanjang jalannya laga, PSM menunjukkan kemampuan memanfaatkan peluang meskipun lebih sedikit menguasai permainan. Dari data pertandingan yang tersedia, PSIM menguasai sekitar 72 persen penguasaan bola, sementara PSM memperoleh sekitar 28 persen. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mempertahankan bola tidak otomatis menghasilkan tiga poin. PSM justru berhasil menyelesaikan serangan secara efektif ketika memiliki peluang menyerang. Situasi pertandingan ini menghadirkan gambaran nyata bahwa ketepatan membaca situasi memiliki peranan besar dalam Sepak Bola profesional.
Dua Gol Babak Kedua Mengantarkan PSM Menuju Kemenangan
Laga dibuka dengan usaha masing-masing kesebelasan membangun serangan. PSIM Yogyakarta sebagai tuan rumah mengembangkan permainan menyerang, sedangkan PSM Makassar berusaha mempertahankan keseimbangan permainan. Selama 45 menit awal, kedua kesebelasan gagal mengubah papan skor. Hasil imbang pada paruh pertama menggambarkan bahwa kedua tim belum menemukan gol pembuka. Setelah pertandingan dilanjutkan, PSM menemukan cara membuka keunggulan. Achmat Fahrul Aditia mencetak gol pembuka pada menit ke-51 melalui penyelesaian akhir yang berhasil. Keunggulan awal PSM memberikan keuntungan bagi tim tamu.
Usai mencetak gol pertama, PSM Makassar terus mencoba menambah gol. Upaya tersebut berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-66 melalui Stefan Jevtoski. Gol kedua itu membawa PSM unggul 2-0. Persaingan kedua tim kemudian menjadi semakin menarik ketika Dusan Lagator diusir dari lapangan pada menit ke-79. Kejadian di area pertahanan PSM berujung pada hadiah penalti kepada PSIM. Ze Valente sukses mengonversi tendangan penalti pada menit ke-82 sehingga PSIM memperkecil ketertinggalan. Meskipun menghadapi tekanan, PSM mampu mempertahankan keunggulan hingga waktu pertandingan selesai.
Penalti Ze Valente Belum Mampu Menyelamatkan PSIM
Situasi yang mengubah dinamika pertandingan adalah pengusiran terhadap Dusan Lagator pada menit ke-79. Insiden itu memaksa PSM Makassar melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Selain menghadapi pengurangan jumlah pemain, PSIM Yogyakarta memperoleh kesempatan mencetak gol dari titik putih. Ze Valente berhasil menuntaskan kesempatan tersebut pada menit ke-82. Perubahan keadaan ini meningkatkan tekanan bagi PSM. Tim tamu perlu mengamankan konsentrasi seluruh pemain agar hasil kemenangan dapat diamankan. Ketangguhan menghadapi tekanan akhir memberikan kontribusi utama terhadap kemenangan PSM.
Untuk Laskar Mataram, keunggulan personel di lapangan menghadirkan kemungkinan untuk mengembangkan serangan lebih agresif. Walaupun mendapatkan kesempatan tersebut, PSIM belum berhasil mencetak gol tambahan. Kondisi pertandingan tersebut menggambarkan kebutuhan akan ketepatan mengambil keputusan ketika mencari gol pada menit akhir. Penguasaan bola yang lebih besar tidak otomatis menciptakan kesempatan mencetak gol yang mampu mengubah hasil. Dengan demikian, pemilihan posisi pemain tetap memegang peranan menentukan dalam pertandingan dengan situasi kompetitif.
Penguasaan Bola PSIM Tidak Berujung pada Kemenangan
Catatan angka selama laga menunjukkan karakter permainan antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar. PSIM memiliki penguasaan bola sebesar 72 persen, sementara PSM memiliki 28 persen. Jika melihat upaya penyelesaian akhir, PSIM menghasilkan 15 tembakan dengan lima percobaan tepat sasaran. Sebaliknya, PSM menghasilkan sepuluh tembakan dengan dua percobaan tepat sasaran. Perbandingan tersebut menggambarkan bahwa kesebelasan yang lebih dominan menyerang tetap dapat mengalami kekalahan. Tim tamu mampu mengonversi peluang berbahayanya menjadi dua gol. Efektivitas tersebut memiliki pengaruh besar dalam menentukan hasil pertandingan.
Aspek statistik lainnya adalah kemampuan menjaga sirkulasi permainan. PSIM Yogyakarta menghasilkan 391 umpan sukses, sedangkan PSM Makassar mencatatkan 152 operan berhasil. Perbedaan jumlah operan itu memperkuat gambaran bahwa PSIM lebih banyak mengendalikan bola. Di sisi lain, PSIM mendapatkan delapan tendangan sudut, sementara PSM hanya mencatatkan tiga kesempatan dari situasi serupa. Meski unggul pada beberapa indikator, PSIM tidak mampu mengubah banyaknya peluang menyerang menjadi hasil kemenangan. Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa ketepatan memanfaatkan kesempatan sering kali lebih menentukan daripada jumlah penguasaan bola semata.
Hasil Pekan Kelima Membawa Perubahan bagi Kedua Tim
Hasil positif di Bantul membawa dampak positif bagi PSM Makassar setelah mengalami awal musim yang sulit. Hasil maksimal ini mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain. Juru taktik Juku Eja, Darije Kalezic, menyampaikan kepuasannya terhadap kinerja pemain. Berdasarkan pandangan sang pelatih, PSM menunjukkan organisasi permainan sesuai arahan. Hasil ini memberikan kesempatan bagi PSM untuk memperbaiki posisi dalam pertandingan berikutnya. Walaupun berhasil menang, satu kemenangan tidak otomatis memastikan konsistensi sepanjang musim.
Di kubu tuan rumah, kekalahan dari PSM menambah rangkaian hasil negatif menjadi empat pertandingan. Dari lima laga awal BRI Super League 2026/2027, PSIM masih mencatatkan satu hasil imbang dan empat kekalahan. Situasi tersebut memerlukan evaluasi serius bagi pelatih Jean-Paul van Gastel dan seluruh pemain. Walaupun mampu mendominasi penguasaan bola, PSIM harus mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir. Tidak hanya dalam fase menyerang, koordinasi ketika kehilangan bola juga perlu mendapatkan perhatian. Dengan pembenahan yang tepat, PSIM dapat berusaha bangkit dalam pekan kompetisi selanjutnya.
Kesimpulan: PSM Makassar Amankan Tiga Poin Penting atas PSIM
Kemenangan PSM Makassar dengan skor 2-1 atas PSIM Yogyakarta merupakan hasil berharga pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Dua gol yang dicetak pemain PSM berhasil memastikan kemenangan perdana PSM musim ini. Meskipun menerima kartu merah, Juku Eja berhasil mengamankan hasil hingga pertandingan berakhir. Di sisi lain, banyaknya kesempatan menyerang belum cukup memberikan hasil positif. Pertandingan ini memberikan pembelajaran kedisiplinan mempertahankan keunggulan dalam Sepak Bola profesional. Dari sudut pandang Anda, apakah kemenangan tersebut dapat membawa perubahan positif bagi PSM pada pertandingan berikutnya? Ceritakan analisis Anda mengenai peluang kedua tim di BRI Super League musim ini.








